Selasa, 17 Februari 2015

KLASIFIKASI, KONSEP DAN TERMINOLOGI BIAYA

KLASIFIKASI, KONSEP DAN TERMINOLOGI BIAYA
           
KONSEP BIAYA
Di dalam semua bisnis akan terjadi biaya (cost) dan biaya (expense). Biaya sebagai cost berbeda dengan expense.
Pengertian Cost
Cost adalah semua biaya (kas atau sejenisnya yang dikorbankan) untuk memperoleh atau memproduksi barang yang dianggap akan memberi manfaat di waktu yang akan datang dan oleh sebab itu akan dicantumkan dalam neraca.
Pengertian Expense
Expense adalah pengeluaran untuk mendapatkan pendapatan pada suatu periode tertentu yang dikurangkan pada pendapatan untuk memperoleh laba.
Biaya dlm Akuntansi Keuangan:
Suatu pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan barang atau jasa.
Dalam Akuntansi Manajemen:
Biaya (Cost) adalah kas atau setara kas yang dikorbankan (dibayarkan) untuk barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat (pendapatan) pada saat ini atau di masa mendatang bagi organisasi.
Biaya yang akan memberikan manfaat (benefit) hanya pada periode berjalan (current periode) biasanya dicatat sebagai beban.
Meskipun semua bisnis memiliki biaya namun biaya tersebut akan berbeda jika jenis bisnisnya berbeda. Jenis bisnis ada 3 yaitu :
1.     Manufaktur
Perusahaan yang memproduksi bahan baku menjadi barang jadi
2.    Dagang
Perusahaan yang membeli barang dan kemudian menjualnya kembali tanpa proses lebih lanjut. 
3.    Jasa
Perusahaan yang hanya menyediakan jasa

MANFAAT INFORMASI BIAYA BAGI MANAJER
  • Penilaian Persediaan yakni untuk mengetahui biaya mana yang akan dilekatkan (dibebankan) dalam persediaan perusahaan.
  • Penentuan Laba Usaha  yakni : untuk mengetahui biaya mana saja yang akan dikurangkan dari pendapatan dalam laporan laba rugi untuk menentukan laba usaha selama periode tertentu.
  • Perencanaan Keuangan  yakni : mengetahui perencanaan biaya masa depan dengan tujuan finansial yang dikehendaki.
  • Pengendalian Kegiatan Usaha  yakni : Mengetahui informasi tentang hasil biaya sesungguhnya dibandingkan dengan biaya yang dianggarkan.
  • Pengambilan Keputusan yakni : untuk mengetahui keputusan apa yang harus diambil dlm menghadapi berbagai alternatif tindakan yang berhubungan dengan biaya

KLASIFIKASI BIAYA DALAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Dalam akuntansi manajemen terdapat banyak sekali istilah biaya dan biaya-biaya ini diklasifikasikan secara berbeda sesuai dengan kebutuhan manajemen.  Klasifikasi biaya biasanya tergantung tipe organisasinya, miasalnya manufaktur, perdagangan, dan jasa. Mari terlebih dahulu kita membahas biaya pada perusahaan manufaktur.
1.     Biaya produksi.
Kebanyakan perusahaan manufaktur membagi biaya ke manufaktur ke dalam 3 kategori besar: biaya langsung, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik.
a.     Biaya Langsung
Biaya langsung adalah bahan yang menjadi bagian tterpisahkan dari produk jadi dadapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut.
b.    Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri dengan mudah ke produk jadi. Contoh, tukang kayu, tukang batu, operator mesin.
c.    Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya yang tidak termasuk dalam biaya langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Jenis biiaya ini misalnya seperti biaya bahan tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya pemeliharaan dan perbaikan peralatan produksi, listrik dan penerangan, pajak property, penyusustan, asuransi fasilitas-fasilitas produksi.
2.    Biaya Non Produksi
Jenis biaya non produksi dipilah menjadi dua yaitu:
a.    Biaya penjualan dan marketing
Biaya penjualan dan marketing termasuk semua biaya yang diperlukan untuk menangani pesanan konsumen dan memperoleh produk atau jasa untuk disampaikan kepada konsumen. Biaya marketing meliputi pengiklanan, pengiriman, perjalanan dalam rangka penjualan, komisi penjualan, gaji dan bagian penjualan, komisi penjualan, gaji untuk bagian penjualan, biaya gudang produk jadi.
b.    Biaya Administrasi
Biaya administrasi meliputi eksekutif, organisasional, dan klerikal yang berkaitan dengan manajemen umum organisasi. Contohnya adalah kompensasi eksekutif, akuntansi umum, secretariatpublic relation, dan biaya sejenisnya.
Biaya Periode Dan Biaya Produk
Pada perusahaan manufaktur terdapat biaya periode dan biaya produk.
A.   Biaya Periode
Adalah biaya yang ditemukan sebagai lawan (pengurang) pendapatan pada periode tertentu. Semua biaya biaya penjualan dan administrasi dalah merupakan biaya periode.
B.    Biaya Produk
Adalah biaya yang terdiri dari semua biaya yang masuk dalam pembelian atau pembuatan barang. Biaya produk terlihat melekat pada unit produk yang dibeli atau dibuat.
Untuk membantu manajemen menganalisis biaya pabrikasi produknya, biaya pabrikasi pada umumnya di bagi ke dalam tiga komponen, yakni :
  • Bahan baku langsung
  • Tenaga kerja langsung
  • Overhead pabrikasi
Dalam Perusahaan Pabrikasi (manufactured products)
  • Total Biaya :
Biaya Produk + Biaya periode
  • Biaya produk         : 
Biaya bahan baku langsung + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya overhead pabrikasi.
  • Biaya Periode
Biaya pemasaran/penjualan + Biaya administratif dan umum
Biaya Produk dan Biaya periode di Organisasi Bisnis
Jenis Perusahaan
Biaya Produk
Biaya Periode
Perusahaan Jasa
Biaya penyerahan Jasa
Beban pemasaran
Perusahaan dagang
Biaya pembelian brg
Dagangan dari pemasok
Beban pemasaran
Beban administratif
Perusahaan pabrikasi.
Semua biaya pabrikasi, termasuk bhn Baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrikasi.
Beban pemasaran
Beban administratif

KLASIFIKASI BIAYA DALAM PERUSAHAAN DAGANG.
Contoh : Laporan Laba Rugi
PT. Lintas Media Nusantara
Laporan Laba Rugi
31 Desember 2005
Pendapatan penjualan ……………………………………………Rp. xxx.xxx
          Biaya produk :
          Persediaan barang dagangan, 1/1/2006 ….Rp. xxx.xxx
          Pembelian barang dagangan ………………Rp. xxx.xxx (+)
          Barang dagangan tersedia utk dijual …….. Rp. xxx.xxx
          Persediaan brg dagangan, 31/12/2006……Rp. xxx.xxx (-)
Biaya pokok penjualan ……………………………………………Rp. xxx.xxx
Laba kotor ………………………………………………………….Rp. xxx.xxx
Beban Penjualan dan Administratif
          Biaya Periode :
       Gaji …………………………………………. Rp. xxx.xxx
          Komisi wiraniaga ………………………….. Rp. xxx.xxx
          Sewa ……………………………………….. Rp. xxx.xxx
          Periklanan …………………………………. Rp. xxx.xxx            
          Utilitas ………………………………………. Rp. xxx.xxx
          Asuransi ……………………………………. Rp. xxx.xxx
          Keperluan kantor ………………………….. Rp. xxx.xxx (+)
          Jml beban penjualan dan administratif ….                         Rp.xxx.xxx 
Laba Operasi ……………………………………………………. Rp.xxx.xxx



KLASIFIKASI BIAYA DALAM PERUSAHAAN JASA.
Ada dua pertimbangan akuntansi mendasar untuk perusahaan jasa, yakni :
(1)      Biaya tenaga kerja yang relatif tinggi
(2)    Tidak adanya persediaan untuk dijual.
Biaya dalam perusahaan jasa dibagi menjadi biaya langsung dan biaya tidak langsung.
Biaya langsung (direct cost)
adalah biaya yang dapat ditelusuri secara fisik ke produk atau jasa tertentu, seperti gaji yang dibayarkan kepada para akuntan, pengacara, dll.
Biaya Tidak langsung (indirect cost)
adalah biaya yang tidak dapat ditelusuri ke produk atau jasa, seperti asuransi atau sewa kantor. Biaya tidak langsung biasanya dikurangkan dari pendapatan dalam periode di mana biaya dipakai.
Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa
PT Cahaya Abadai
Laporan Laba Rugi
31 Desember 2006
 

Pendapatan Jasa Konsultasi                                              Rp.  18.000.000
Kompensasi dan Tunjangan                   Rp. 8.500.000
Sewa Kantor                                       Rp. 1.200.000
Pelatihan dan Riset                             Rp.    900.000
Rekruitmen Karyawan                          Rp.    500.000
Asuransi Profesional                           Rp.    350.000
Lain-Lain                                            Rp.    750.000
Jumlah Biaya                                                                   Rp. 12. 100.000
Laba Operasi                                                                  Rp.    7.900.000
 

KLASIFIKASI BIAYA PADA LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan yang dibuat untuk perusahaan manufaktur akan berbeda dengan perusahaan dagang. Perusahaan manufaktur adalah organisasi yang lebih kompleks daripada perusahaan dagang karena perusahaan manufaktur harus membuat barangnya sebelum menjualnya.
A.   Neraca
Perbedaan antara perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang adalah ada pada akun persediaan. Dalam perusahaan dagang di akun persediaan hanya ada barang dagangandari supplier yang menuggu untuk dijual lagi ke konsumen. Sedangkan di perusahaan manufaktur akun persediaan terdiri dari bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi.

Akun Persediaan

Awal (Rp)
Akhir (Rp)
Bahan baku
60.000
50.000
Barang dalam proses
90.000
60.000
Barang jadi
125.000
175.000
Total persediaan
275.000
285.000

Akun Persediaan

Awal (Rp)
Akhir (Rp)
Persediaan barang dagangan
150.000
100.000


B.    Laporan Laba Rugi
Perbedaan yang antara perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur ada pada perhitungan dari Cost of Good Sold (harga pokok penjualan)
1.     Perusahaan Dagang
CGS = persediaan awal + pembelian – persediaan akhir
2.    Perusahaan Manufaktur
CGS = persediaan awal barang jadi + harga pokok produk – persediaan akhir barang jadi

Laporan Laba Rugi
Perusahaan Manufaktur
Penjualan                                                                         1.500.000
HPP :
       Persediaan barang jadi awal                     125.000
       Harga Pokok Produksi                           850.000
       Barang tersedia untuk dijual                   975.000
       Persediaan Barang jadi akhir                   175.000        800.000
Laba Kotor                                                                        700.000
Biaya-Biaya :
       Biaya Penjualan                                       250.000
       Biaya Administrasi                                 300.000        550.000
Laba Bersih                                                                       150.000











Laporan Laba Rugi
Perusahaan Dagang
Penjualan                                                                         1.500.000
HPP :
       Persediaan barang dagangan awal             125.000
       Pembelian                                              850.000
       Barang tersedia untuk dijual                   975.000
       Persediaan Barang dagangan akhir           175.000        800.000
Laba Kotor                                                                        700.000
Biaya-Biaya :
       Biaya Penjualan                                       250.000
       Biaya Administrasi                                 300.000        550.000
Laba Bersih                                                                       150.000

KLASIFIKASI BIAYA MENURUT PERILAKU BIAYA
Perilaku biaya mempunyai maksud bahwa biaya akan bereaksi atau merespon untuk setiap perubahan level atau jumlah dari aktivitas bisnis tersebut.
A.   Biaya Variabel
Adalah biaya yang jumlahnya akan berubah secara proporsional pada saat level atau jumlah dari aktivitasnya berubah. Aktivitasnya berupa unit produk, unit terjual, jam kerja dan lainnya. Contoh untuk biaya variable ini adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
B.    Biaya Tetap
Biaya yang selalu konstan (tetap) jumlahnya pada saat terjadi perubahan aktivitas atau level. Misal biaya sewa alat per bulan, biaya depresiasi, asuransi, pajak, gaji administrasi dan biaya advertising.

KLASIFIKASI BIAYA UNTUK PENENTUAN BIAYA PADA OBYEK BIAYA
Objek biaya adalah segala sesuatu yang diinginkan data biayanya. Termasuk di dalamnya produk, line produk, konsumen, jobs, dan lainnya.
A.   Biaya langsung
Biaya yang dapat dengan mudah ditelusuri jejaknya ke dalam bagian obyek biaya. Biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung adalah biaya yang masuk di dalamnya.
B.    Biaya tidak langsung
Biaya yang tidak dapat dengan mudah ditelusuri jejaknya pada suatu obyek biaya. Biaya manager pabrik misalnya.

BIAYA UNTUK PERENCANAAN, PENGENDALIAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
Untuk tujuan perencanaan dan pengendalian, biaya sering kali digolongkan sebagai : biaya langsung  dan tidak langsungterkendalikan dan tidak terkendalikan, bergabung dan bersama, dan berbagai golongan lainnya.
Hubungan Biaya dengan Obyek Biaya
Biaya sering dikategorikan dari segi hubungannya dengan suatu obyek atau segmen operasi, yang sering disebut obyek biaya. Obyek biaya dapat berupa produk, kawasan penjualan, pelang- gan, divisi, pabrik, departemen atau suatu aktivitas.
Terdapat dua jenis obyek biaya : obyek biaya antara dan obyek biaya akhir. Obyek biaya antara (intermediate cost object) adalah penghimpunan biaya yang dilaporkan yang lalu dialokasikan kepada obyek biaya lainnya.
Obyek biaya Akhir (final cost object),  adalah titik penghimpunan biaya di mana tidak dilakukan lagi alokasi biaya. Obyek biaya akhir yang palim lazim adalah produk.
Biaya Terkendalikan dan Biaya tidak Terkendalikan
Biaya Terkendaliakan :
Suatu biaya dianggap sebagai biaya terkendalikan pada jenjang manajemen tertentu manakala lapisan manajemen tersebut mempunyai kekuasaan untuk mengotorisasi biaya tadi. Contoh biaya iklan surat kabar menjadi biaya terkendalikan oleh manajer pemasaran apabila di mempunyai kekuasaaan untuk mengotori sasi biaya dan jenis iklan surat kabar.

Biaya tidak Terkendaliakan :
Biaya ini berada di luar kendali manajer karena di tidak dapat mengotorisasinya. Misal biaya penyusutan mesin perlengkapan pabrik bagi manajer pemasaran menjadi biaya tidak terkendalikan, karena manajer tsb tidak mempunyai wewenang untuk mengotorisasi pemakain mesin pabrik.
Biaya Bergabung dan Biaya Bersama
Biaya tidak langsung sering pula disebut biaya bersama atau biaya bergabung. Biaya Bersama (Common Cost) dikeluarkan untuk menyediakan manfaat kepada lebih dari satu aktivitas. Biaya ini terjadi ketika dua produk, yang mungkin dihasilkan secara terpisah, diproduksi bersama.
Biaya bergabung (joint cost), diterapkan dalam situasi di mana bermacam-macam keluaran berasal dari satu sumber. Contoh minyak mentah dapat diolah menjadi bermacam-macam produk (misal solar, oli, premium dll).
Biaya Relevan dan Biaya Tidak Relevan.
Dalam rangka untuk pengambilan keputusan, biaya relevan harus memiliki manfaat yang paling tinggi. Agar supaya biaya disebut biaya relevan, maka biaya tersebut :
  • Harus berbeda pada waktu dilakukan perbandingan pilihan keputusan. Apabila suatu biaya meningkat, menurun, mun cul ataupun menghilang pada waktu suatu tindakan yang berbeda dievaluasi, maka biaya tadi boleh disebut relevan.
  • Harus bernilai kini atau masa yang akan datang.
Biaya Tidak relevan (iirelevant cost) adalah biaya yang tidak berubah untuk semua alternatif
KLASIFIKASI BIAYA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Klasifikasi biaya yang digunakan dalam pengambilan keputusan terdiri dari 3 yaitu :
a.    Differensial cost and revenue
Keputusan adalah pemilihan dari beberapa alternative. Dalam bisnis setiap alternative mempunyai biaya dan keuntungan tertentu yang bisa dibandingkan dengan biaya dan keuntungan dari alternative lainnya.
Perbedaan biaya antara satu dengan lainnya dari beberapa alternative disebut dengan differensial cost. Sedangkan perbedaan pendapatan antara satu dengan lainnya dari beberapa laternatif pendapatan disebut dengan different revenue. Differensial cost biasa juga dikenal dengan istilah incremental cost. Secara teknis incremental cost hanya menyatakan kenaikan cost dari satu alternative dengan alternative lainnya. Sedangkan kebalikannya adalah decremental cost. Misalnya penjualan produk akan mengarah ke retail atau langsung ke konsumen. Berarti ada biaya dan pendapatan yang berbeda dari kedua alternative tersebut.
b.    Opportunity cost
Adalah keuntungan potensial yang dikorbankan karena memilih satu altenatif diantara beberapa laternatif lainnya. Biaya kesempatan ini tidak selalu muncul dalam catatan akuntansi pada organisasi, namun biaya ini dengan sangat jelas harus dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan manajer.
c.    Sunk cost
Biaya yang telah muncul (terjadi) dan tidak dapat diubah oleh keputusan yang dibuat sekarang atau di masa depan.
Missal perusahaan telah membayar Rp.50.000,- untuk mesin khusus. Maka sejak saat itu biaya pasti akan muncul yaitu biaya depresiasi yang timbul karena keputusan berinvestasi pada mesin khusus tersebut. Biaya depresiasi ini disebut dengan biaya tenggelam (sunk cost)

Daftar Pustaka :
1.     Ray H. Garrison & Eric W. Noreen, Managerial Accounting, Eight Edition, Irwin,1997
2.    Mulyadi, Akuntansi Biaya, Edisi Lima, UGM tahun1999
3.    Mulyadi, Akuntansi Manajemen, konsep, manfaat dan rekayasa, edisi 2 UGM tahun 1997
4.    Darsono Prawironegoro, Akuntansi Manajemen, Diadit Media, Jakarta, November 2005
5.    Kamaruddin Ahmad, Akuntansi Manajemen, edisi revisi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, tahun 2005


RUANG LINGKUP AKUNTANSI MANAJEMEN

RUANG LINGKUP AKUNTANSI MANAJEMEN
1.   Perspektif akuntansi manajemen
Akuntansi adalah Proses pencatatan (recording), penggolongan (classifying), pengikhtisaran (summarizing) dan pelaporan (reporting) data keuangan (financial data) dari suatu perusahaan untuk kemudiaan dilakukan analisis/interpretasi (interpreting). Suatu sistem yang memberikan informasi yang kuantitatif mengenai bisnis-bisnis    ekonomi, terutama sifat-sifat keuangan, yang ditujukan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan. Proses pengolahan data keuangan untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan untuk memungkinkan pengambil keputusan melakukan pertimbangan berdasarkan informasi dalam pengambilan keputusan.
Akuntansi Manajemen adalah proses pengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi/keuangan, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi manajemen yang menggunakan informasi tersebut di mana titik sentralnya untuk pihak-pihak di dalam organisasi/perusahaan.
Akuntansi manajemen diperlukan oleh manajemen untuk melaksanakan dua fungsi pokok manajemen: perencanaan dan pengendalian aktivitas perusahaan.
Informasi akuntansi manajemen disajikan kepada manajemen perusahaan dalam berbagai laporan keuangan seperti anggaran, laporan penjualan, laporan biaya produksi, laporan biaya menurut aktivitas, laporan biaya menurut pusat pertanggungjawaban dan laporan biaya mutu (quality cost report), laporan biaya daur hidup produk (product-life-cycle cost), biaya penambah dan bukan penambah (value-and non-value-added cost), laporan biaya pemasaran.
Informasi akuntansi manajemen sangat bermanfaat bagi manajemen terutama pada tahap analisis konsekuensi setiap alternatif yang mungkin dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Hal ini memungkinkan manajemen melakukan pengambilan keputusan untuk memilih alternatif tindakan yang terbaik diantara alternatif tindakan yang dipertimbangkan.
Jadi prinsip akuntansi manajemen:     
1)    Membantu  manajer menjalankan peran mereka dalam melakukan kegiatan perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan.
2)   Informasi akuntansi  manajemen untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, dan untuk mengevaluasi kinerja

2.   Organisasi dan tujuannya
Pengertian Organisasi.
Menurut Dimock, organisasi adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control may be exercised to achive a given purpose”
(Organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).

James D. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)

Pendapat lain  menyebutkan bahwa Organisasi adalah se- kelompok orang yang menyatu bersama karena beberapa tujuan bersama.

Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :
-      Orang-orang (sekumpulan orang),
-      Kerjasama,
-      Tujuan yang ingin dicapai,

Sasaran Organisasi
Sasaran merupakan Tujuan bersama yang mengarahkan kerja organisasi. Bagi beberapa organisasi sasarannya adalah membuat produk dan menghasilkan keuntungan

Perencanaan Strategis.
Dalam setiap organisasi, perencanaan strategis terjadi dalam dua tahap
1)    Keputusan mengenai produk yang akan dihasilkan dan/atau jasa yang akan diberikan.
2)   Keputusan mengenai strategi pemasaran dan/ atau produksi yang akan diikuti dalam rangka menyampaikan produk atau jasa yang dimaksud kepada pihak yang semestinya.

Tugas Manajemen.
Pada dasarnya manajer melaksanakan 4 (empat) fungsi umum dalam suatu organisasi :
1)    Perencanaan
2)   Pengorganisasian
3)   Pengendalian
4)   Pengambilan Keputusan

Perencanaan :
Manajer merancang beberapa langkah yang akan diambil dalam upaya menggerakkan organisasi ke arah sasarannya.

Pengorganisasian dan Pengarahan.
Manajer memutuskan bagaimana cara terbaik mengkombinasikan sumber daya manusia dengan sumber ekonomi lain yang menjadi milik perusahaan agar dapat menjalankan rencana yang ditetapkan.

Pengendalian
Dalam tugas ini, manajer mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa setiap bagian organisasi berfungsi dengan efektifitas yang maksimal.

Pengambilan Keputusan
Manajer berusaha membuat pilihan yang masuk akal di antara alternatif

Struktur Organisasi
-      Untuk menjalankan tugas manajemen diperlukan orang lain untuk membantunya.
-      Dengan melalui pembentukan struktur organisasi memungkinkan suatu desentralisasi tanggung jawab manajemen.

Desentralisasi
Yakni merupakan pelimpahan wewenang pengambilan keputusan melalui pengambilan tempat pengambilan keputusan ke tingkat manajemen terbawah yang dimungkinkan.

Hubungan Lini dan Staff
Jabatan lini adalah jabatan yang berhubungan langsung   dengan pencapaian sasaran dasar suatu organisasi
Jabatan staff, tidak berhubungan langsung dengan pencapaian sasaran dasar suatu organisasi

Informasi
Informasi adalah merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi atau sesuatu yang lain yang menambah pengetahuan dan diperlukan manusia untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan



3.   Peran Akuntansi Manajemen
Peranan akuntansi pada umumnya, dan manajemen pada khususnya sangat penting dalam menyediakan informasi bagi masyarakat secara keseluruhan, terutama bagi pengambil keputusan, para manajer, dan profesional. Akuntansi manajemen memiliki tanggung jawab dalam mediator konflik. Hal ini berarti bahwa akuntansi manajemen dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan agar sumber-sumber ekonomi yang dikuasainya atau kekayaan perusahaan dapat dialokasikan dan di transformasikan secara lebih efektif serta efisien, termasuk pula tanggung jawab untuk memberikan informasi mengenai aspek-aspek disfungsional yang ditimbulkan oleh konflik-konflik intra organisasi.
Sistem informasi akuntansi pada suatu organisasi memiliki dua subsistem utama, yaitu sistem akuntansi manajemen dan sistem akuntansi keuangan. Kedua sistem akuntansi tersebut berbeda tujuan, sifat masukan dan jenis proses yang digunakan untuk mengubah masukan menjadi keluaran. Adapun sistem informasi akuntansi keuangan digunakan bagi pihak eksternal, sedangkan sistem informasi akuntansi manajemen digunakan bagi pihak internal.
Sistem akuntansi manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakai intern (para manajer dan profesional) untuk memenuhi tujuan-tujuan manajemen tertentu sehingga mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Inti dari sistem informasi akuntansi manajemen adalah proses yang dideskripsikan oleh aktivitas-aktivitas seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan pengelolaan informasi. Sistem informasi akuntansi manajemen tidak terikat oleh kriteria formal apapun yang mendefinisikan sifat dari proses, masukan, atau keluarannya sehingga kriterianya fleksibel dan berdasarkan pada tujuan manajemen. Sistem akuntansi manajemen memiliki tiga tujuan umum : (Hansen, 2009:4)
  1. Menyediakan informasi untuk perhitungan biaya jasa, produk, atau objek lainnya yang ditentukan oleh manajemen. Oleh karenanya, implementasi  penyediaan informasi untuk perhitungan-perhitungan biaya oleh manajemen digunakan untuk mengevaluasi ketepatan keputusan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya, memperluas pangsa pasar dan meningkatkan laba.
  2. Menyediakan informasi untuk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan. Oleh karenanya, informasi dibutuhkan untuk mengidentifikasi berbagai peluang untuk perbaikan dan mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai dalam mengimplementasikan berbagai tindakan yang didesain untuk menciptakan perbaikan.
  3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pentingnya pengambilan keputusan dengan memilih atau beberapa strategi yang paling masuk akal dalam memberikan jaminan pertumbuhan dan kelangsungan hidup jangka panjang bagi perusahaan.

Dalam sebuah sistem informasi akuntansi manajemen, masukan (input) berupa kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan. Di dalam proses (process) terjadi aktivitas pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan pengelolaan data atau informasi. Setelah melalui proses, maka menghasilkan keluaran (output) berupa laporan khusus, biaya produk, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja dan komunikasi pribadi. Hasil keluaran tersebut akan digunakan oleh pihak intern dalam pengambilan keputusan. Penggunaan sistem informasi akuntansi manajemen tidak hanya digunakan pada perusahaan manufaktur, tetapi juga digunakan pada perusahaan perdagangan, jasa dan nirlaba.

Mulyadi (2001) mengemukakan bahwa terdapat dua garis besar peranan dari akuntansi manajemen, antara lain :
1.      Peran akuntansi manajemen sebagai suatu tipe akuntansi
Peran akuntansi manajemen sebagai sistem pengolah informasi keuangan dalam perusahaan dibagi menjadi tiga tingkat perkembangan :
a)      Pencatat skor (score keeping)
Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen melakukan perencanaan aktivitas dan pengendalian pelaksanaan rencana aktivitasnya. Akuntansi manajemen berperan dalam menyediakan informasi keuangan bagi penyusun rencana aktivitas, yang memberikan informasi sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya kepada berbagai aktivitas yang direncanakan. Akuntansi manajemen juga berperan besar dalam menyajikan informasi umpan balik kepada manajemen mengenai pelaksanaan rencana aktivitas yang telah disusun. Akuntansi manajemen mencatat skor dan mengkomunikasikan skor kepada manajer yang bersangkutan untuk memungkinkan manajemen mengevaluasi pelaksanaan rencana yang telah disusun. Untuk memenuhi fungsi sebagai pencatat skor bagi manajemen, akuntansi manajemen harus memenuhi persyaratan : teliti, relevan, dan andal (reliable).
b)      Penarik perhatian manajemen (attention directing)
Sebagai penarik perhatian manajemen, akuntansi menyajikan informasi penyimpangan pelaksanaan rencana yang memerlukan perhatian manajemen, agar manajemen dapat merumuskan tindakan untuk mencegah berlanjutnya penyimpangan yang terjadi. Tahap perkembangan ini hanya dapat dicapai, jika akuntansi manajemen telah dapat menjadi pencatat skor yang baik.
c)      Penyedia informasi untuk pemecah masalah (problem solving)
Tahap perkembangan ini merupakan akibat lebih lanjut dari status perkembangan yang sebelumnya telah dicapai, yaitu sebagai pencatat skor dan sebagai penarik perhatian. Jika manajemen telah mengandalkan informasi yang dihasilkan oleh akuntan manajemen, maka mereka akan selalu mengundangnya dalam setiap pengambilan keputusan pemecahan masalah yang akan mereka lakukan.
2.      Peran akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi
Informasi merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi, atau sesuatu yang lain, yang menambah pengetahuan. Informasi diperlukan oleh manusia untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan selalu menyangkut masa yang akan datang, yang mengandung ketidakpastian, dan selalu menyangkut pemilihan suatu alternatif tindakan diantara sekian banyak alternatif yang tersedia. Oleh karena itu, pengambilan keputusan selalu berusaha mengumpulkan informasi untuk mengurangi ketidakpastian yang dihadapinya dalam memilih alternatif tindakan tersebut.
Disamping uraian mengenai garis besar pentingnya akuntansi manajemen dalam suatu proses bisnis diatas, peran akuntan manajemen sebagai “pelaksana” sistem akuntansi manajemen juga tidak kalah penting, serta merupakan peran pendukung dalam suatu organisasi. Mereka membantu orang-orang yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan tujuan dasar organisasi (Hansen, 2009:20). Posisi yang bertanggungjawab langsung pada tujuan dasar organisasi disebut sebagai posisi lini (line position) dan posisi yang sifatnya mendukung dan tidak bertanggungjawab secara langsung terhadap tujuan dasar organisasi disebut sebagai posisi staf (staff position).
Akuntan manajemen bertanggung jawab mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, menganalisis, menyiapkan, menginterpretasikan, dan mengkomunikasikan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan dasar organisasi. Akuntan manajemen berfungsi sebagai anggota staf dari organisasi dan bertanggung jawab menyediakan informasi.
Semua praktik akuntansi manajemen dikembangkan untuk membantu manajer memaksimumkan laba. Secara tradisional, kinerja ekonomi perusahaan menjadi pertimbangan utama. Oleh karenanya, manajer dan akuntan manajemen seharusnya tidak terlalu berfokus pada laba yang akan mengakibatkan mereka membangun suatu keyakinan bahwa satu-satunya tujuan bisnis adalah memaksimumkan kekayaan bersih. Tujuan memaksimumkan laba harus dibatasi dengan persyaratan bahwa laba dicapai dengan cara-cara yang legal dan etis, sesuai dengan kode etik perusahaan atau standar etika tertentu. Efeknya, timbulah beberapa sertifikasi khusus yang ditujukan bagi akuntan manajemen, antara lain :
-      CMA (Certificate in Management Accounting ) adalah sertifikasi yang didesain untuk memenuhi kebutuhan khusus para akuntan manajemen. Salah satu tujuan CMA adalah membuat akuntansi manajemen menjadi disiplin ilmu yang diakui, profesional, dan terpisah dari profesi akuntan publik.
-      CPA (Certificate in Public Accounting ), utamanya ditujukkan bagi mereka yang berpraktik sebagai akuntan publik tetapi banyak akuntan manajemen yang memilikinya karena sertifikat ini sangat diakui .
-      CIA (Certificate in Internal Auditing ) Adalah sertifikasi bagi auditor internal dan didesain untuk memiliki kompetensi teknis yang memadai.

4.   Perbedaan dan Persamaan akuntansi manajemen dan keuangan
Sebagai salah satu sistem pengolahan informasi keuangan, akuntansi dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu: akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.   
a.  Akuntansi Keuangan
1)    Bagian dari akuntansi yang mengolah dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusan mengenai posisi keuangan dan hasil operasi bisnis.
2)   Pengembangan dan pemakaian informasi akuntansi yang menggambarkan posisi keuangan yang sesungguhnya dan hasil operasi perusahaan.
3)   Akuntansi keuangan berhubungan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pengguna eksternal, seperti kreditur, investor dan pemasok.
4)   Laporan keuangan meliputi : neraca, laporan laba-rugi dan laporan perubahan posisi keuangan.
b.  Akuntansi Manajemen
1)    Bagian dari akuntansi yang mengolah dan memberikan informasi kepada manajer dalam suatu organisasi, membantu dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengawasan.
2)   Mengembangkan dan menginterpretasikan informasi akuntansi tertentu sesuai dengan kebutuhan manajemen perusahaan. Atau proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisa, persiapan, interpretasi dan pemberitahuan informasi keuangan yang digunakan oleh manajemen untuk menyusun perencanaan, melakukan evaluasi dan kontrol dalam suatu organisasi.
Akuntansi yang berkaitan dengan penyediaan informasi bagi para manajer internal yang ditugasi mengarahkan, merencanakan, mengendalikan operasi dan pengambilan keputusan-keputusan manajemen.

Persamaan Akuntansi Keuangan dan Manajemen :
1)    Prinsip akuntansi yang lazim diterima baik dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam akuntansi manajemen.
2)   Menggunakan Sistem informasi operasi yang sama sebagai bahan baku untuk menghasilkan informasi yang disajikan kepada pemakainya.

5.   Tujuan Akuntansi Manajemen
Mulyadi (2001:16) mengemukakan secara ringkas konsep dan kegunaan setiap tipe informasi akuntansi manajemen dalam bentuk tabel, antara lain :
1)  Informasi Akuntansi Penuh (full accounting information). Informasi akuntansi penuh dapat mencakup informasi masa lalu maupun informasi masa yang akan datang. Informasi ini mencakup informasi aktiva, pendapatan, dan atau biaya. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang lalu bermanfaat untuk : pelaporan informasi keuangan kepada manajemen puncak dan pihak luar perusahaan, analisis kemampuan untuk menghasilkan laba, untuk mengetahui berapa biaya untuk mengeluarkan sesuatu dan penentuan harga jual dalam cost-type contract. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang akan datang bermanfaat untuk : penyusunan program, penentuan harga jual normal, penentuan harga transfer dan penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah.
2)  Informasi Akuntansi Diferensial (differential accounting information). Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan atau biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan lain. Informasi akuntansi ini mempunyai dua unsur pokok, yakni : merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda diantara alternatif yang dihadapi oleh pengambil keputusan. Informasi ini diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik diantara alternatif yang tersedia. Karena pengambilan keputusan selalu menyangkut masa depan, maka informasi akuntansi yang relevan adalah informasi masa yang akan datang pula.
3)  Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban (responsibility accounting information) Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi aktiva, pendapatan, dan atau biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawan atas pusat pertanggung jawaban tertentu. Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi yang penting dalam proses pengendalian manajemen karena informasi tersebut menekankan hubungan antara informasi keuangan dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaannya. Dengan demikian informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan dasar untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing.

6.   Perkembangan akuntansi manajemen dan tantangan yang dihadapi di masa yang akan datang
Akuntansi manajemen berintikan akuntansi biaya yang dikembangkan di USA mulai akhir abad ke 19 dan permulaan abad 20. Pada tahap awal perkembangannya (sampai dengan tahun 1914), akuntansi manajemen berorientasi pada penentuan cost produk dengan penelusuran profitabilitas produk secara individual dan penggunaan informasi tersebut untuk pengambilan keputusan strategik bagi pemimpin perusahaan dan pemakai intern lainnya.
Mulai tahun 1925, dengan dikembangkannya pasar modal di USA, hampir semua usaha akuntansi manajemen untuk menghasilkan informasi bagi pemakai intern kemudian dihentikan dan digantikan dengan penentuan cost sediaan (inventory costing). Perubahan orientasi akuntansi manajemen dari penyediaan informasi bagi pemakai intern (untuk kepentingan pengambilan keputusan strategik) ke penyediaan informasi keuangan bagi pihak luar perusahaan berlangsung terus sampai awal tahun 90-an.
Pelaporan keuangan kepada pihak luar menjadi pendorong utama dalam perancangan sistem akuntansi biaya sejak pasar modal dikembangkkan di USA. Manajer perusahaan bersedia untuk menerima informasi biaya rata-rata produk yang kasar. Kenyataannya pada saat itu, informasi biaya produk secara individual yang lebih rinci dan teliti tidak diperlukan. Selama perusahaan memiliki produk yang homogen, yang mengkonsumsi sumber daya dengan proporsi yang sama, informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi biaya yang lebih berorientasi ke penyediaan informasi keuangan bagi pemakai luar adalah cukup baik dan memadai. Bagi kebanyakan perusahaan, biaya untuk menjalankan sistem akuntansi biaya lebih rinci, kenyataannya melebihi manfaat yang diperoleh.
Dalam tahun 1950-an dan 1960-an, telah dilakukan beberapa usaha untuk memperbaiki manfaat sistem akuntansi biaya konvensional untuk kepentingan manajemen. Usaha untuk memperbaiki akuntansi biaya pada saat itu, pada hakikatnya hanya terpusat pada bagaimana membuat informasi akuntansi keuangan lebih bermanfaat bagi pemakai luar, dan tidak ditujukan untuk menghasilkan informasi akuntansi yang khusus diperuntukan bagi kepentingan manajemen.
Pada tahun 1980-an dan 1990-an, praktik-praktik akuntansi manajemen tradisional yang sudah tidak mampu lagi melayani kebutuhan manajerial, banyak ditemukan. Beberapa pihak menyatakan sistem akuntansi manajemen yang ada sudah usang dan tidak berguna karena perkembangan lingkungan ekonomi yang berkembang pesat, sehingga dibutuhkan pengembangan praktik-praktik informasi akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan.
Pada tahun-tahun terakhir ini, lingkungan bisnis yang diwarnai dengan persaingan tingkat dunia yang tajam telah mengubah sifat ekonomi USA, dan telah menimbulkan respon dari banyak perusahaan manufaktur di USA, yang secara dramatis mengubah cara perusahaan-perusahaan tersebut menjalankan bisnis mereka. Dengan perubahan ini, sistem akuntansi manajemen tradisional tidak berlaku lagi. Oleh karena itu, sistem akuntansi manajemen yang baru, kemudian muncul. Trend yang menyebabkan perubahan akuntansi manajemen, adalah :
1)  Kemajuan teknologi informasi
Dengan teknologi informasi pada tingkat perkembangannya sekarang, manajemen mampu memproduksi produk yang tidak terbayangkan sebelumnya, dan dengan mudah dapat memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjalankan bisnis mereka. Dilain pihak, akuntan manajemen mampu melakukan rekayasa informasi yang sebelumnya tidak mungkin dilaksanakan dengan cara manual.
2)  Implementasi just-in time (JIT) manufacturing
Melalui implementasi filosofi ini, perusahaan hanya memproduksi atas dasar permintaan,tanpa memanfaatkan tersedianya sediaan dan tanpa menanggung biaya sediaan. Setiap operasi hanya memproduksi untuk memenuhi permintaan dari operasi berikutnya. Oleh karena itu, JIT merupakan usaha untuk mengurangi waktu penyimpanan, serta mempunyai dampak signifikan terhadap tingkat sediaan, tata letak pabrik dan penyediaan jasa pendukung.
3)  Meningkatnya tuntutan mutu
JIT manufacturing menuntut ketepatan waktu produksi dan penyerahan produk akhir kepada customermaupun produk antara dari satu tahap produksi ke tahap produksi berikutnya. Untuk menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi mutu yang dijanjikan kepada customer dibutuhkan pengendalian menyeluruh atau Total Quality Control (TQC). TQC merupakan konsep pengendalian yang meletakan tanggung jawab pengendalian dipundak setiap karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan produk, sejak desain sampai proses produksi, sampai produk mencapai pembeli.
4)  Meningkatnya diversifikasi dan kompleksitas produk, serta semakin pendeknya daur hidup produk
Banyak perusahaan yang memproduksi berbagai macam kelompok produk yang masing-masing produk mengkonsumsi sumber daya dengan tingkat yang sangat berbeda satu sama lain, sehingga pembebanan biaya overhead pabrik tidak mencerminkan keterserapan produk tersebut. Pemanfaatan komputer untuk memudahkan desain dan pengetesan hasil desain produk menyebabkan inovasi produk sangat pesat, sehingga daur hidup produk (product life cycle) menjadi semakin pendek.
5)  Diperkenalkannya computer-integrated manufacturing (CIM)
Dengan digunakannya CIM dalam pabrik, perusahaan mampu memproduksi produk berdasarkan order, bukan atas dasar prakiraan. CIM mampu memperpendek lead time dan mengurangi sediaan secara besar-besaran. CIM juga mengurangi secara signifikan penggunaan sumber daya manusia dalam proses pengolahan produk.
Lingkungan ekonomi telah mensyaratkan pengembangan praktik-praktik akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan. Konsekuensinya, sistem akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas (Activity-Based Management) banyak dikembangkan dan diimplementasikan oleh organisasi dengan fokus yang telah diperluas agar memungkinkan melayani kebutuhan pelanggan dan mengelola rantai nilai perusahaan. Penekanan waktu, kualitas dan efisiensi untuk mengamankan dan mempertahankan keunggulan bersaing perlu dilakukan. Sebagai tambahan, manajer harus memutuskan posisi strategis perusahaan. Posisi yang dipilih dapat mempengaruhi sifat sistem informasi akuntansi manajemen.
Manajemen berdasarkan aktivitas (Activity-Based Management) adalah respon yang inovatif terhadap kebutuhan atas informasi akuntansi manajemen yang lebih akurat dan relevan. Manajemen berdasarkan aktivitas menekankan pada perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing - ABC). Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dapat meningkatkan keakuratan pengalokasian biaya, yaitu pertama-tama dengan menelusuri biaya berbagai aktivitas, kemudian produk atau pelanggan yang menggunakan berbagai aktivitas tersebut (Hansen, 2009:13).

Sumber :
Hansen, Don R. dan Marryanne M. Mowen. 2009. Managerial Accounting ; Akuntansi Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.
Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen ; Konsep, Manfaat dan Rekayasa. Jakarta: Salemba Empat.
Wibisono, Haris. Akuntansi Manajemen : Peranan, Sejarah dan Arah Akuntansi ManajemenHandout ; berformat PDF. (http://google.com/) (diakses tgl 7 Maret 2012)