RUANG
LINGKUP AKUNTANSI MANAJEMEN
1.
Perspektif akuntansi
manajemen
Akuntansi adalah Proses pencatatan (recording), penggolongan (classifying), pengikhtisaran (summarizing) dan pelaporan (reporting) data keuangan (financial data) dari suatu perusahaan
untuk kemudiaan dilakukan analisis/interpretasi (interpreting). Suatu sistem yang memberikan informasi yang
kuantitatif mengenai bisnis-bisnis ekonomi, terutama
sifat-sifat keuangan, yang ditujukan untuk digunakan dalam pengambilan
keputusan. Proses pengolahan data keuangan untuk menghasilkan informasi
keuangan yang digunakan untuk memungkinkan pengambil keputusan melakukan
pertimbangan berdasarkan informasi dalam pengambilan keputusan.
Akuntansi Manajemen adalah proses pengidentifikasi,
mengukur dan melaporkan informasi ekonomi/keuangan, untuk memungkinkan adanya
penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi manajemen yang menggunakan
informasi tersebut di mana titik sentralnya untuk pihak-pihak di dalam
organisasi/perusahaan.
Akuntansi manajemen diperlukan oleh manajemen untuk
melaksanakan dua fungsi pokok manajemen: perencanaan dan pengendalian
aktivitas perusahaan.
Informasi akuntansi manajemen disajikan kepada
manajemen perusahaan dalam berbagai laporan keuangan seperti anggaran, laporan
penjualan, laporan biaya produksi, laporan biaya menurut aktivitas, laporan
biaya menurut pusat pertanggungjawaban dan laporan biaya mutu (quality cost report), laporan biaya daur
hidup produk (product-life-cycle cost),
biaya penambah dan bukan penambah (value-and
non-value-added cost), laporan biaya pemasaran.
Informasi akuntansi manajemen sangat bermanfaat bagi
manajemen terutama pada tahap analisis konsekuensi setiap alternatif yang
mungkin dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Hal ini memungkinkan
manajemen melakukan pengambilan keputusan untuk memilih alternatif tindakan
yang terbaik diantara alternatif tindakan yang dipertimbangkan.
Jadi prinsip akuntansi manajemen:
1) Membantu manajer
menjalankan peran mereka dalam melakukan kegiatan perencanaan, pengendalian dan
pengambilan keputusan.
2) Informasi akuntansi manajemen
untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, dan untuk mengevaluasi
kinerja
2.
Organisasi dan tujuannya
Pengertian
Organisasi.
Menurut
Dimock, organisasi adalah : “Organization
is the systematic bringing together of interdependent
part to form a unified whole through which authority, coordination and control
may be exercised to achive a given purpose”
(Organisasi adalah perpaduan secara sistematis
daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk
suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam
usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).
James
D. Mooney mengatakan bahwa : “Organization
is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi
adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)
Pendapat lain
menyebutkan bahwa Organisasi adalah se- kelompok orang yang menyatu
bersama karena beberapa tujuan bersama.
Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap
organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :
-
Orang-orang (sekumpulan orang),
-
Kerjasama,
-
Tujuan yang ingin dicapai,
Sasaran Organisasi
Sasaran merupakan Tujuan bersama yang mengarahkan
kerja organisasi. Bagi beberapa organisasi sasarannya adalah membuat produk dan
menghasilkan keuntungan
Perencanaan Strategis.
Dalam setiap organisasi, perencanaan strategis
terjadi dalam dua tahap
1) Keputusan mengenai produk yang akan dihasilkan
dan/atau jasa yang akan diberikan.
2) Keputusan mengenai strategi pemasaran dan/ atau
produksi yang akan diikuti dalam rangka menyampaikan produk atau jasa yang
dimaksud kepada pihak yang semestinya.
Tugas Manajemen.
Pada dasarnya manajer melaksanakan 4 (empat) fungsi
umum dalam suatu organisasi :
1) Perencanaan
2) Pengorganisasian
3) Pengendalian
4) Pengambilan
Keputusan
Perencanaan
:
Manajer
merancang beberapa langkah yang akan diambil dalam upaya menggerakkan
organisasi ke arah sasarannya.
Pengorganisasian
dan Pengarahan.
Manajer
memutuskan bagaimana cara terbaik mengkombinasikan sumber daya manusia dengan
sumber ekonomi lain yang menjadi milik perusahaan agar dapat menjalankan
rencana yang ditetapkan.
Pengendalian
Dalam
tugas ini, manajer mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan
bahwa setiap bagian organisasi berfungsi dengan efektifitas yang maksimal.
Pengambilan
Keputusan
Manajer
berusaha membuat pilihan yang masuk akal di antara alternatif
Struktur Organisasi
-
Untuk
menjalankan tugas manajemen diperlukan orang lain untuk membantunya.
-
Dengan
melalui pembentukan struktur organisasi memungkinkan suatu desentralisasi
tanggung jawab manajemen.
Desentralisasi
Yakni merupakan pelimpahan
wewenang pengambilan keputusan melalui pengambilan tempat pengambilan keputusan
ke tingkat manajemen terbawah yang dimungkinkan.
Hubungan Lini dan Staff
Jabatan lini adalah jabatan yang berhubungan langsung dengan pencapaian sasaran dasar suatu
organisasi
Jabatan staff, tidak berhubungan langsung dengan pencapaian
sasaran dasar suatu organisasi
Informasi
Informasi adalah merupakan
suatu fakta, data, pengamatan, persepsi atau sesuatu yang lain yang menambah
pengetahuan dan diperlukan manusia untuk mengurangi ketidakpastian dalam
pengambilan keputusan
3.
Peran Akuntansi Manajemen
Peranan akuntansi pada umumnya, dan
manajemen pada khususnya sangat penting dalam menyediakan informasi bagi
masyarakat secara keseluruhan, terutama bagi pengambil keputusan, para manajer,
dan profesional. Akuntansi manajemen memiliki tanggung jawab dalam mediator
konflik. Hal ini berarti bahwa akuntansi manajemen dapat membantu manajemen
dalam proses pengambilan keputusan agar sumber-sumber ekonomi yang dikuasainya
atau kekayaan perusahaan dapat dialokasikan dan di transformasikan secara lebih
efektif serta efisien, termasuk pula tanggung jawab untuk memberikan informasi
mengenai aspek-aspek disfungsional yang ditimbulkan oleh konflik-konflik intra
organisasi.
Sistem informasi akuntansi pada
suatu organisasi memiliki dua subsistem utama, yaitu sistem akuntansi manajemen
dan sistem akuntansi keuangan. Kedua sistem akuntansi tersebut berbeda tujuan,
sifat masukan dan jenis proses yang digunakan untuk mengubah masukan menjadi
keluaran. Adapun sistem informasi akuntansi keuangan digunakan bagi pihak
eksternal, sedangkan sistem informasi akuntansi manajemen digunakan bagi pihak
internal.
Sistem akuntansi manajemen
menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakai intern (para manajer
dan profesional) untuk memenuhi tujuan-tujuan manajemen tertentu sehingga
mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Inti dari sistem
informasi akuntansi manajemen adalah proses yang dideskripsikan oleh
aktivitas-aktivitas seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis,
pelaporan dan pengelolaan informasi. Sistem informasi akuntansi manajemen tidak
terikat oleh kriteria formal apapun yang mendefinisikan sifat dari proses,
masukan, atau keluarannya sehingga kriterianya fleksibel dan berdasarkan pada
tujuan manajemen. Sistem akuntansi manajemen memiliki tiga tujuan umum :
(Hansen, 2009:4)
- Menyediakan informasi untuk
perhitungan biaya jasa, produk, atau objek lainnya yang ditentukan oleh
manajemen. Oleh karenanya, implementasi penyediaan informasi untuk
perhitungan-perhitungan biaya oleh manajemen digunakan untuk mengevaluasi
ketepatan keputusan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas,
menurunkan biaya, memperluas pangsa pasar dan meningkatkan laba.
- Menyediakan informasi untuk
perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
Oleh karenanya, informasi dibutuhkan untuk mengidentifikasi berbagai
peluang untuk perbaikan dan mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai dalam
mengimplementasikan berbagai tindakan yang didesain untuk menciptakan
perbaikan.
- Menyediakan informasi untuk
pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pentingnya pengambilan keputusan
dengan memilih atau beberapa strategi yang paling masuk akal dalam
memberikan jaminan pertumbuhan dan kelangsungan hidup jangka panjang bagi
perusahaan.
Dalam sebuah sistem informasi akuntansi manajemen, masukan (input)
berupa kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan. Di dalam proses (process)
terjadi aktivitas pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan
pengelolaan data atau informasi. Setelah melalui proses, maka menghasilkan
keluaran (output) berupa laporan khusus, biaya produk, biaya pelanggan,
anggaran, laporan kinerja dan komunikasi pribadi. Hasil keluaran tersebut akan
digunakan oleh pihak intern dalam pengambilan keputusan. Penggunaan sistem
informasi akuntansi manajemen tidak hanya digunakan pada perusahaan manufaktur,
tetapi juga digunakan pada perusahaan perdagangan, jasa dan nirlaba.
Mulyadi (2001) mengemukakan bahwa terdapat dua garis besar peranan dari
akuntansi manajemen, antara lain :
1. Peran akuntansi manajemen sebagai
suatu tipe akuntansi
Peran
akuntansi manajemen sebagai sistem pengolah informasi keuangan dalam perusahaan
dibagi menjadi tiga tingkat perkembangan :
a) Pencatat skor (score keeping)
Dalam
pengelolaan perusahaan, manajemen melakukan perencanaan aktivitas dan
pengendalian pelaksanaan rencana aktivitasnya. Akuntansi manajemen berperan
dalam menyediakan informasi keuangan bagi penyusun rencana aktivitas, yang
memberikan informasi sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya kepada
berbagai aktivitas yang direncanakan. Akuntansi manajemen juga berperan besar
dalam menyajikan informasi umpan balik kepada manajemen mengenai pelaksanaan
rencana aktivitas yang telah disusun. Akuntansi manajemen mencatat skor dan
mengkomunikasikan skor kepada manajer yang bersangkutan untuk memungkinkan
manajemen mengevaluasi pelaksanaan rencana yang telah disusun. Untuk memenuhi
fungsi sebagai pencatat skor bagi manajemen, akuntansi manajemen harus memenuhi
persyaratan : teliti, relevan, dan andal (reliable).
b) Penarik perhatian manajemen (attention directing)
Sebagai
penarik perhatian manajemen, akuntansi menyajikan informasi penyimpangan
pelaksanaan rencana yang memerlukan perhatian manajemen, agar manajemen dapat
merumuskan tindakan untuk mencegah berlanjutnya penyimpangan yang terjadi.
Tahap perkembangan ini hanya dapat dicapai, jika akuntansi manajemen telah
dapat menjadi pencatat skor yang baik.
c) Penyedia informasi untuk pemecah
masalah (problem
solving)
Tahap
perkembangan ini merupakan akibat lebih lanjut dari status perkembangan yang
sebelumnya telah dicapai, yaitu sebagai pencatat skor dan sebagai penarik
perhatian. Jika manajemen telah mengandalkan informasi yang dihasilkan oleh
akuntan manajemen, maka mereka akan selalu mengundangnya dalam setiap
pengambilan keputusan pemecahan masalah yang akan mereka lakukan.
2. Peran akuntansi manajemen sebagai
suatu tipe informasi
Informasi
merupakan suatu fakta, data, pengamatan, persepsi, atau sesuatu yang lain, yang
menambah pengetahuan. Informasi diperlukan oleh manusia untuk mengurangi
ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan selalu
menyangkut masa yang akan datang, yang mengandung ketidakpastian, dan selalu
menyangkut pemilihan suatu alternatif tindakan diantara sekian banyak
alternatif yang tersedia. Oleh karena itu, pengambilan keputusan selalu
berusaha mengumpulkan informasi untuk mengurangi ketidakpastian yang
dihadapinya dalam memilih alternatif tindakan tersebut.
Disamping uraian mengenai garis besar pentingnya akuntansi manajemen dalam
suatu proses bisnis diatas, peran akuntan manajemen sebagai “pelaksana” sistem
akuntansi manajemen juga tidak kalah penting, serta merupakan peran pendukung
dalam suatu organisasi. Mereka membantu orang-orang yang bertanggungjawab dalam
pelaksanaan tujuan dasar organisasi (Hansen, 2009:20). Posisi yang
bertanggungjawab langsung pada tujuan dasar organisasi disebut sebagai posisi
lini (line position) dan posisi yang sifatnya mendukung dan
tidak bertanggungjawab secara langsung terhadap tujuan dasar organisasi disebut
sebagai posisi staf (staff position).
Akuntan manajemen bertanggung jawab mengidentifikasi, mengumpulkan,
mengukur, menganalisis, menyiapkan, menginterpretasikan, dan mengkomunikasikan
informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mencapai tujuan dasar organisasi.
Akuntan manajemen berfungsi sebagai anggota staf dari organisasi dan
bertanggung jawab menyediakan informasi.
Semua praktik akuntansi manajemen dikembangkan untuk membantu manajer
memaksimumkan laba. Secara tradisional, kinerja ekonomi perusahaan menjadi
pertimbangan utama. Oleh karenanya, manajer dan akuntan manajemen seharusnya
tidak terlalu berfokus pada laba yang akan mengakibatkan mereka membangun suatu
keyakinan bahwa satu-satunya tujuan bisnis adalah memaksimumkan kekayaan
bersih. Tujuan memaksimumkan laba harus dibatasi dengan persyaratan bahwa laba
dicapai dengan cara-cara yang legal dan etis, sesuai dengan kode etik
perusahaan atau standar etika tertentu. Efeknya, timbulah beberapa sertifikasi
khusus yang ditujukan bagi akuntan manajemen, antara lain :
-
CMA (Certificate
in Management Accounting ) adalah sertifikasi yang didesain untuk
memenuhi kebutuhan khusus para akuntan manajemen. Salah satu tujuan CMA adalah
membuat akuntansi manajemen menjadi disiplin ilmu yang diakui, profesional, dan
terpisah dari profesi akuntan publik.
-
CPA (Certificate
in Public Accounting ), utamanya ditujukkan bagi mereka yang
berpraktik sebagai akuntan publik tetapi banyak akuntan manajemen yang
memilikinya karena sertifikat ini sangat diakui .
-
CIA (Certificate
in Internal Auditing ) Adalah sertifikasi bagi auditor internal dan
didesain untuk memiliki kompetensi teknis yang memadai.
4.
Perbedaan dan Persamaan akuntansi
manajemen dan keuangan
Sebagai salah satu sistem pengolahan informasi
keuangan, akuntansi dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu: akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.
a. Akuntansi
Keuangan
1)
Bagian dari
akuntansi yang mengolah dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi para
pengambil keputusan mengenai posisi keuangan dan hasil operasi bisnis.
2)
Pengembangan
dan pemakaian informasi akuntansi yang menggambarkan posisi keuangan yang
sesungguhnya dan hasil operasi perusahaan.
3)
Akuntansi
keuangan berhubungan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pengguna
eksternal, seperti kreditur, investor dan pemasok.
4)
Laporan
keuangan meliputi : neraca, laporan laba-rugi dan laporan perubahan posisi
keuangan.
b. Akuntansi
Manajemen
1)
Bagian dari
akuntansi yang mengolah dan memberikan informasi kepada manajer dalam suatu
organisasi, membantu dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengawasan.
2)
Mengembangkan
dan menginterpretasikan informasi akuntansi tertentu sesuai dengan kebutuhan
manajemen perusahaan. Atau proses identifikasi, pengukuran, akumulasi, analisa,
persiapan, interpretasi dan pemberitahuan informasi keuangan yang digunakan
oleh manajemen untuk menyusun perencanaan, melakukan evaluasi dan kontrol dalam
suatu organisasi.
Akuntansi yang
berkaitan dengan penyediaan informasi bagi para manajer internal yang ditugasi
mengarahkan, merencanakan, mengendalikan operasi dan pengambilan
keputusan-keputusan manajemen.
Persamaan Akuntansi Keuangan dan Manajemen :
1)
Prinsip
akuntansi yang lazim diterima baik dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar
juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam akuntansi manajemen.
2)
Menggunakan
Sistem informasi operasi yang sama sebagai bahan baku untuk menghasilkan
informasi yang disajikan kepada pemakainya.
5.
Tujuan Akuntansi Manajemen
Mulyadi
(2001:16) mengemukakan secara ringkas konsep dan kegunaan setiap tipe informasi
akuntansi manajemen dalam bentuk tabel, antara lain :
1)
Informasi Akuntansi Penuh (full accounting information). Informasi
akuntansi penuh dapat mencakup informasi masa lalu maupun informasi masa yang
akan datang. Informasi ini mencakup informasi aktiva, pendapatan, dan atau
biaya. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang lalu
bermanfaat untuk : pelaporan informasi keuangan kepada manajemen puncak dan
pihak luar perusahaan, analisis kemampuan untuk menghasilkan laba, untuk mengetahui
berapa biaya untuk mengeluarkan sesuatu dan penentuan harga jual dalam cost-type
contract. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang akan
datang bermanfaat untuk : penyusunan program, penentuan harga jual normal,
penentuan harga transfer dan penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan
pemerintah.
2)
Informasi Akuntansi Diferensial (differential accounting information). Informasi
akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan atau
biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif
tindakan lain. Informasi akuntansi ini mempunyai dua unsur pokok, yakni :
merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda diantara alternatif yang
dihadapi oleh pengambil keputusan. Informasi ini diperlukan oleh manajemen
untuk pengambilan keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik
diantara alternatif yang tersedia. Karena pengambilan keputusan selalu
menyangkut masa depan, maka informasi akuntansi yang relevan adalah informasi
masa yang akan datang pula.
3)
Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban (responsibility accounting
information) Informasi akuntansi
pertanggungjawaban merupakan informasi aktiva, pendapatan, dan atau biaya yang
dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawan atas pusat pertanggung jawaban
tertentu. Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan informasi yang
penting dalam proses pengendalian manajemen karena informasi tersebut
menekankan hubungan antara informasi keuangan dengan manajer yang
bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaannya. Dengan demikian
informasi akuntansi pertanggungjawaban merupakan dasar untuk menganalisis
kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan
rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing.
6.
Perkembangan akuntansi
manajemen dan tantangan yang dihadapi di masa yang akan datang
Akuntansi manajemen berintikan
akuntansi biaya yang dikembangkan di USA mulai akhir abad ke 19 dan permulaan
abad 20. Pada tahap awal perkembangannya (sampai dengan tahun 1914), akuntansi
manajemen berorientasi pada penentuan cost produk dengan
penelusuran profitabilitas produk secara individual dan penggunaan informasi
tersebut untuk pengambilan keputusan strategik bagi pemimpin perusahaan dan
pemakai intern lainnya.
Mulai tahun 1925, dengan
dikembangkannya pasar modal di USA, hampir semua usaha akuntansi manajemen
untuk menghasilkan informasi bagi pemakai intern kemudian dihentikan dan
digantikan dengan penentuan cost sediaan (inventory costing).
Perubahan orientasi akuntansi manajemen dari penyediaan informasi bagi pemakai
intern (untuk kepentingan pengambilan keputusan strategik) ke penyediaan
informasi keuangan bagi pihak luar perusahaan berlangsung terus sampai awal
tahun 90-an.
Pelaporan keuangan kepada pihak luar
menjadi pendorong utama dalam perancangan sistem akuntansi biaya sejak pasar
modal dikembangkkan di USA. Manajer perusahaan bersedia untuk menerima
informasi biaya rata-rata produk yang kasar. Kenyataannya pada saat itu,
informasi biaya produk secara individual yang lebih rinci dan teliti tidak
diperlukan. Selama perusahaan memiliki produk yang homogen, yang mengkonsumsi
sumber daya dengan proporsi yang sama, informasi yang disediakan oleh sistem
akuntansi biaya yang lebih berorientasi ke penyediaan informasi keuangan bagi
pemakai luar adalah cukup baik dan memadai. Bagi kebanyakan perusahaan, biaya
untuk menjalankan sistem akuntansi biaya lebih rinci, kenyataannya melebihi
manfaat yang diperoleh.
Dalam tahun 1950-an dan 1960-an,
telah dilakukan beberapa usaha untuk memperbaiki manfaat sistem akuntansi biaya
konvensional untuk kepentingan manajemen. Usaha untuk memperbaiki akuntansi
biaya pada saat itu, pada hakikatnya hanya terpusat pada bagaimana membuat
informasi akuntansi keuangan lebih bermanfaat bagi pemakai luar, dan tidak
ditujukan untuk menghasilkan informasi akuntansi yang khusus diperuntukan bagi
kepentingan manajemen.
Pada tahun 1980-an dan 1990-an,
praktik-praktik akuntansi manajemen tradisional yang sudah tidak mampu lagi
melayani kebutuhan manajerial, banyak ditemukan. Beberapa pihak menyatakan
sistem akuntansi manajemen yang ada sudah usang dan tidak berguna karena
perkembangan lingkungan ekonomi yang berkembang pesat, sehingga dibutuhkan
pengembangan praktik-praktik informasi akuntansi manajemen yang inovatif dan
relevan.
Pada tahun-tahun terakhir ini,
lingkungan bisnis yang diwarnai dengan persaingan tingkat dunia yang tajam
telah mengubah sifat ekonomi USA, dan telah menimbulkan respon dari banyak
perusahaan manufaktur di USA, yang secara dramatis mengubah cara
perusahaan-perusahaan tersebut menjalankan bisnis mereka. Dengan perubahan ini,
sistem akuntansi manajemen tradisional tidak berlaku lagi. Oleh karena itu,
sistem akuntansi manajemen yang baru, kemudian muncul. Trend yang
menyebabkan perubahan akuntansi manajemen, adalah :
1)
Kemajuan teknologi informasi
Dengan teknologi informasi pada
tingkat perkembangannya sekarang, manajemen mampu memproduksi produk yang tidak
terbayangkan sebelumnya, dan dengan mudah dapat memperoleh informasi yang
diperlukan untuk menjalankan bisnis mereka. Dilain pihak, akuntan manajemen
mampu melakukan rekayasa informasi yang sebelumnya tidak mungkin dilaksanakan
dengan cara manual.
2)
Implementasi just-in time (JIT) manufacturing
Melalui implementasi filosofi ini,
perusahaan hanya memproduksi atas dasar permintaan,tanpa memanfaatkan
tersedianya sediaan dan tanpa menanggung biaya sediaan. Setiap operasi hanya
memproduksi untuk memenuhi permintaan dari operasi berikutnya. Oleh karena itu,
JIT merupakan usaha untuk mengurangi waktu penyimpanan, serta mempunyai dampak
signifikan terhadap tingkat sediaan, tata letak pabrik dan penyediaan jasa
pendukung.
3)
Meningkatnya tuntutan mutu
JIT manufacturing menuntut ketepatan waktu produksi
dan penyerahan produk akhir kepada customermaupun produk antara
dari satu tahap produksi ke tahap produksi berikutnya. Untuk menghasilkan
produk sesuai dengan spesifikasi mutu yang dijanjikan kepada customer dibutuhkan
pengendalian menyeluruh atau Total Quality Control (TQC).
TQC merupakan konsep pengendalian yang meletakan tanggung jawab pengendalian
dipundak setiap karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan produk, sejak
desain sampai proses produksi, sampai produk mencapai pembeli.
4)
Meningkatnya diversifikasi dan kompleksitas produk, serta semakin pendeknya
daur hidup produk
Banyak perusahaan yang memproduksi
berbagai macam kelompok produk yang masing-masing produk mengkonsumsi sumber
daya dengan tingkat yang sangat berbeda satu sama lain, sehingga pembebanan
biaya overhead pabrik tidak mencerminkan keterserapan produk
tersebut. Pemanfaatan komputer untuk memudahkan desain dan pengetesan hasil
desain produk menyebabkan inovasi produk sangat pesat, sehingga daur hidup
produk (product life cycle) menjadi semakin pendek.
5)
Diperkenalkannya computer-integrated manufacturing (CIM)
Dengan digunakannya CIM dalam
pabrik, perusahaan mampu memproduksi produk berdasarkan order,
bukan atas dasar prakiraan. CIM mampu memperpendek lead time dan
mengurangi sediaan secara besar-besaran. CIM juga mengurangi secara signifikan
penggunaan sumber daya manusia dalam proses pengolahan produk.
Lingkungan ekonomi telah
mensyaratkan pengembangan praktik-praktik akuntansi manajemen yang inovatif dan
relevan. Konsekuensinya, sistem akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas (Activity-Based
Management) banyak dikembangkan dan diimplementasikan oleh organisasi
dengan fokus yang telah diperluas agar memungkinkan melayani kebutuhan
pelanggan dan mengelola rantai nilai perusahaan. Penekanan waktu, kualitas dan
efisiensi untuk mengamankan dan mempertahankan keunggulan bersaing perlu
dilakukan. Sebagai tambahan, manajer harus memutuskan posisi strategis
perusahaan. Posisi yang dipilih dapat mempengaruhi sifat sistem informasi
akuntansi manajemen.
Manajemen berdasarkan aktivitas (Activity-Based
Management) adalah respon yang inovatif terhadap kebutuhan atas informasi
akuntansi manajemen yang lebih akurat dan relevan. Manajemen berdasarkan
aktivitas menekankan pada perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity
based costing - ABC). Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas dapat
meningkatkan keakuratan pengalokasian biaya, yaitu pertama-tama dengan
menelusuri biaya berbagai aktivitas, kemudian produk atau pelanggan yang
menggunakan berbagai aktivitas tersebut (Hansen, 2009:13).
Sumber :
Hansen, Don R. dan Marryanne M. Mowen. 2009. Managerial Accounting
; Akuntansi Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.
http://sahabatriswanto.blogspot.com/2011/02/peranan-sejarah-dan-tujuan-akuntansi.html#ixzz1oU2Gt771(diakses
tgl 7 Maret 2012)
Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen ; Konsep, Manfaat dan Rekayasa.
Jakarta: Salemba Empat.
Wibisono, Haris. Akuntansi Manajemen : Peranan, Sejarah dan Arah
Akuntansi Manajemen. Handout ; berformat PDF. (http://google.com/) (diakses tgl 7 Maret 2012)
terima kasih sangat bermanfaat
BalasHapusMy blog